Konsep Pendidikan Islam di Indonesia

Konsep Pendidikan Islam di Indonesia
A.    Pendahuluan
Konsep dapat berarti ide umum, pengertian, pemikiran, rancangan, dan rencana dasar. Pendidikan menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah proses perubahan tingkah laku seseorang atau kelompok dalam usaha mendewasakan manusia melalui proses pengajaran dan pelatihan. Syed Naquib Al-Attas dalam mendefinisikan pendidikan Islam merujuk kepada hadis yang berbunyi: “ Tuhan telah mendidikku( addabani yang secara literal berarti telah menanamkan adab pada diriku), maka sangat baiklah mutu pendidikanku (ta’dibi).  Pendidikan Islam menurut Al-Attas adalah penyemaian dan penanaman adab dalam diri seseorang, disebut dengan ta’dib. Adab menurut Al-Attas adalah pengenalan dan pengakuan terhadap realitas bahwasanya ilmu dan segala sesuatu yang ada terdiri dari hierarki yang sesuai dengan kategori-kategori dan tingkatan-tingkatannya, dan bahwa seseorang  memiliki tempatnya masing-masing dalam kaitannya dengan realitas, kapasitas, potensi fisik, intelektual, dan spritualnya.
Konsep pendidikan Islam dapat diartikan sebagai rencana dasar  untuk melahirkan insan kamil atau manusia sempurna, yaitu manusia yang memahami dengan baik tugas dan kewajibannya kepada Tuhan, menegakkan keadilan terhadap dirinya sendiri dan orang lain dalam kehidupan bermasyarakat, dan selalu berupaya meningkatkan setiap aspek dalam dirinya, menuju kesempurnaan sebagai manusia beradab . Makalah ini akan membahas rencana dasar pendidikan Islam di Indonesia. Rencana dasar tersebut meliputi makna dan tujuan pendidikan Islam di Indonesia serta kurikulum dan sistem pendidikan Islam di Indonesia.
B.    Makna dan tujuan pendidikan Islam di Indonesia.
Arti kata pendidikan dalam kamus bahasa Inggris, Oxford Learner’s Pocket Dictionary, adalah pelatihan dan pembelajaran (Education is training and instruction). Arti kata pendidikan menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah proses perubahan tingkah laku seseorang atau kelompok dalam usaha mendewasakan manusia melalui proses pengajaran dan pelatihan.
Istilah pendidikan dalam bahasa Arab adalah ta’lim, tarbiyah, dan ta’dib. Semua istilah tersebut biasa dipergunakan dengan pengertian yang sama, tapi Al-Attas mempunyai pendapat yang berbeda. Ia berpendapat bahwa ta’lim hanya berarti pengajaran, yang berarti  lebih sempit dari pendidikan, sedangkan  kata tarbiyah yang lebih luas dipergunakan sekarang di negara-negara Arab, terlalu luas.  Kata tarbiyah juga digunakan untuk binatang dan tumbuh-tumbuhan dengan pengertian memelihara atau membela, menternak dan lain-lain, adapun pendidikan yang diambil dari kata education  hanya untuk manusia saja . Pendidikan menurut Al-Attas adalah penyemaian dan penanaman adab dalam diri seseorang, disebut dengan ta’dib. Adab menurut Al-Attas adalah pengenalan dan pengakuan terhadap realitas bahwasanya ilmu dan segala sesuatu yang ada terdiri dari hierarki yang sesuai dengan kategori-kategori dan tingkatan-tingkatannya, dan bahwa seseorang  memiliki tempatnya masing-masing dalam kaitannya dengan realitas, kapasitas, potensi fisik, intelektual, dan spritualnya.

Makna pendidikan menurut Undang-Undang Tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I, Pasal 1  adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.  Mahmud Yunus, salah seorang pakar pendidikan Islam Indonesia  menjelaskan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk memberi pengaruh kepada anak didik dengan sarana-sarana terpilih sehingga anak didik bisa menjadi malaikat dalam wujud manusia. Pendapat Mahmud Yunus ini diikuti oleh muridnya, yaitu KH Imam Zarkasyi yang berusaha untuk merealisasikan konsep ini di lembaga pendidikan yang didirikannya.
Dari berbagai pandangan diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian pendidikan Islam di Indonesia adalah usaha sadar dan terencana untuk melahirkan manusia sempurna sesuai dengan tuntunan Islam. Tujuan pendidikan Islam di Indonesia sebagaimana termaktub dalam undang-undang system pendidikan nasional adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang bertaqwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
C.    Kurikulum dan Sistem Pendidikan Islam di Indonesia
Kurikulum yang dipakai oleh lembaga-lembaga pendidikan Islam di Indonesia secara umum bisa dibagi tiga. Pertama adalah lembaga pendidikan Islam yang mengajarkan ilmu-ilmu keislaman saja tanpa ada tambahan ilmu-ilmu umum sama sekali, seperti yang berlaku dalam sistem pendidikan pesantren salafi murni. Kedua adalah lembaga pendidikan yang mengajarkan Ilmu-ilmu umum dengan tambahan pelajaran ilmu-ilmu keislaman, seperti yang terjadi dalam sistem madrasah yang dikelola oleh pemerintah maupun swasta. Pelajaran keislaman di madrasah tersebut hanya berfungsi sebagai pelengkap. Ketiga adalah lembaga pendidikan yang mengawinkan sistem madrasah dengan sistem pesantren. Lembaga pendidikan tersebut tidak membedakan antara ilmu umum dan ilmu agama, ilmu-ilmu umum dan ilmu-ilmu keislaman diajarkan seratus persen. Hal tersebut berlaku terutama di lembaga-lembaga pendidikan yang berafiliasi ke Pondok Pesantren Modern Gontor.
D.    Kesimpulan
Pengertian pendidikan Islam di Indonesia adalah usaha sadar dan terencana untuk melahirkan manusia sempurna sesuai dengan tuntunan Islam. Tujuan pendidikan Islam di Indonesia sebagaimana termaktub dalam undang-undang system pendidikan nasional adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang bertaqwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
Kurikulum dan sistem pendidikan Islam di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi tiga macam. Pertama adalah yang mengajarkan ilmu-ilmu keislaman saja seperti dalam system pesantren salafi murni. Kedua adalah yang mengajarkan ilmu-ilmu umum dengan tambahan ilmu-ilmu keislaman sebagaimana berlaku di madrasah- madrasah yang dikelola pemerintah maupun swasta. Ketiga adalah lembaga pendidikan yang mengajarkan ilmu umum dan ilmu keislaman seratus persen.
Lembaga pendidikan Islam di Indonesia dituntut untuk terus berbenah diri supaya mampu menghadirkan Islam yang menjadi rahmat bagi sekalian alam melalui dunia pendidikan. Semoga makalah singkat yang sangat sederhana ini bisa bermanfaat terutama bagi penulis dalam rangka memperluas horizon pemikiran dan pemahaman tentang realitas dunia pendidikan Islam di Indonesia saat ini.

DAFTAR PUSTAKA
DEPAG RI, Al Quran dan Terjemahannya. (Jakarta: Yayasan Penerjemah Al Quran, 1983).
Langgulung, Hasan, Asas-Asas Pendidikan Islam. (Jakarta: Pustaka Al-Husna Baru, 2008).
Wan Daud, Wan Mohd Nor, Filsafat dan Praktik Pendidikan Islam Syed M Naquib Al-Attas. (Bandung: Mizan, 2003).
Syihab, Quraisy, Wawasan Al-Quran, Tafsir Maudhu’I atas berbagai persoalan umat. ( Bandung: Mizan, 1996)

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s