Bagaimana Buya Hamka belajar?

Akhir 1924 dalam usia 16 tahun Hamka berangkat ke tanah jawa, langsung ke Yokyakarta. Di sanalah dia berkenalan dan belajar pergerakan islam modren kepada H.O.S Cokroaminoto, Kibagus Hadikusumo, R.M Suryopranoto, dan H. Fakhrudin,yang kesemua beliau- beliau itu mengadakan kursus pergerakan di gedung abdi dharmo Pakualaman Yogyakarta. Di sanalah dia mengenal perbandingan antara gerakan politik Islam, yaitu syarikat islam dan gerakan sosial Muhammadiyah.

Setelah beberapa waktu lamanya di Yogya, dia berangkat ke Pekalongan menemui A.R Sutan Mansur, ketika itu beliau menjadi ketua Muhammadiyah cabang Pekalongan. Juli 1925 Hamka kembali ke Padang Panjang dan turut mendirikan tabig Muhammadiyah di rumah ayahnya di Gatangan Padang Panjang.

Menyimak perjalanan Hamka dari semenjak mudanya, kita dibuat terkagum-kagum dengan semangat belajar dan kecepatan beliau mengambil pelajaran dimanapun dan dari siapapun. Hamka di Yokya tak lebih dari 6 bulan, tapi pelajaran yang bisa beliau ambil dari perjalanan pendek itu sangat mengagumkan.

Keputusan Hamka untuk lebih konsentrasi pada masalah da’wah dan sosial kemasyarakatan, tampaknya cukup dipengaruhi oleh apa yang didapatkannya sewaktu di Yokya. Gerakan sosial Muhammadiyah lebih menarik bagi Hamka dibanding gerakan politik Syarikat Islam.

Buku-buku yang ditulis Hamka dalam masalah sosial dan politik Islam kalau diamati dengan seksama akan tampak pengaruh pemikiran H.O.S Cokroaminoto di dalamnya. 6 bulan di Yokya yang tak lebih dari satu semester perkuliahan saat ini bagi Hamka setara dengan perkuliahan 148 SKS.

Pertanyaan akan muncul, bagaimana cara Hamka belajar?, apa yang menyalakan semangat belajar Hamka?, faktor eksternal atau internalkah yang lebih memotivasi Hamka untuk menuntut ilmu.

Jawaban terhadap pertanyaan diatas mungkin akan membantu usaha melahirkan Hamka Hamka baru di masa yang akan datang. Karena pendidikan formal tak mampu melahirkan manusia sekaliber Hamka sampai saat ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s