Kriteria dan Tugas Pendidik Perspektif QS Al-Baqarah ayat 151

Kriteria dan Tugas Pendidik

Perspektif QS Al Baqarah ayat 151  

 

  1. A.                Pendahuluan

Seorang pendidik mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses pendidikan. Pendidik adalah tempat bertanya bagi anak didiknya ketika mereka tidak memhami suatu permasalahan. Pendidik adalah suri tauladan utama bagi anak didik dan mempunyai peranan sangat penting dalam proses pembentukan karakternya. Mengingat begitu pentingnya peran seorang pendidik dalam proses pendidikan, penulis memandang perlu upaya memahami kriteria dan tugas seorang pendidik menurut perspektif Al-Quran. Al-Quran adalah kitab suci yang memberi petunjuk kepada manusia jalan yang terbaik bagi kehidupan duniawi dan ukhrawi mereka. Al-Quran mengandung pelajaran-pelajaran penting untuk mengatur segala aspek kehidupan manusia, termasuk pendidikan.

Ayat-ayat Al-Quran yang mengandung pelajaran tentang pendidikan sangat banyak, salah satunya adalah ayat 151 surat Al-Baqarah yang menjelaskan tugas dan peran kerasulan yang berarti juga tugas dan peran seorang pendidik. Makalah ini akan berbicara tentang krteria dan dan tugas seorang pendidik perspektif QS Al_Baqarah ayat 151 yang terjemahannya sebagai berikut:

Sebagaimana telah Kami utus kepada kamu seorang Rasul , dari kalangan kamu sendiri, yang mengajarkan kepada kamu ayat-­ayat Kami dan membersihkan kamu dan akan mengajarkan ke­pada kamu Kitab dan Hikmat, dan akan mengajarkan kepada kamu perkara-perkara yang tidak kamu ketahui (QS Al Baqarah ayat 151).

Dilihat dari perspektif ilmu pendidikan, ayat di atas  menjelaskan kriteria dan tugas seorang pendidik.

B. Kriteria seorang pendidik perspektif QS Al Baqarah ayat 151  

1. Memiliki pengetahuan dan pemahaman yang mendalam tentang anak didiknya dan  mampu berkomunikasi secara efektif dan efisien.

Kriteria pertama ini tersirat dari kata-kata “ dari kalangan kamu sendiri”, dalam ayat lain dikatakan “ dengan bahasa kaum mereka”. Seorang Rasul yang berasal dari kaumnya sendiri, diyakini memiliki pengetahuan yang mendalam tentang kaumnya dan kemampuan berkomunikasi yang bijak dan efektif. Hal tersebut sangat penting karena apabila seorang Rasul yang bertugas sebagai pendidik, tidak memiliki pengetahuan dan pemahaman yang mendalam tentang kaumnya, serta tidak mampu melakukan komunikasi yang bijak dan efektif, maka kemungkinan besar tugas kerasulannya akan gagal. Surat Al-Baqarah ayat 151 mengisyaratkan hal tersebut dengan kata-kata “ dari kalangan kamu sendiri”.

Demikian pula halnya dalam dunia pendidikan, pengetahuan dan pemahaman yang mendalam  seorang pendidik terhadap anak didiknya akan lebih menjamin tercapainya tujuan pendidikan. Pengetahuan mendalam seorang pendidik tentang anak didik sangat membantu dalam memilih metode dan materi pendidikan yang sesuai dengan anak didik. Pemilihan materi dan metode pendidikan yang sesuai dengan situasi dan kebutuhan peserta didik akan membuat proses pendidikan berjalan sesuai dengan harapan. Ketika proses pendidikan sudah berjalan sesuai dengan harapan, pencapaian tujuan pendidikan menjadi niscaya.

  1. 2.      Memiliki pengetahuan dan pemahaman yang mendalam tentang ayat-ayat Allah.

Ayat berarti sinyal yang menunjukkan kepada sesuatu, seperti rambu-rambu yang menunjukkan kondisi jalan yang mendatar, menurun, atau mendaki. Ayat-ayat Allah adalah sinyal yang memberitahu tentang eksistensi dan keagungan Rab semesta alam, Allah SWT. Ayat-ayat Allah tersebut, terdapat dalam diri manusia dan alam semesta secara keseluruhan. Allah memerintahkan manusia untuk memikirkan proses penciptaan dirinya, tumbuh-tumbuhan, binatang, dan alam semesta secara keseluruhan.

Tujuan utama pendidikan adalah melahirkan manusia yang memahami dan menyadari eksistensi dirinya, alam semesta, dan Tuhan penciptanya serta memahami tugas dan kewajibannya terhadap diri, lingkungan, dan kepada Tuhan penciptanya. Seorang pendidik yang memiliki pemahaman yang mendalam tentang ayat-ayat Allah baik materi, fungsi, maupun tujuannya, akan mampu mentranformasikan nilai-nilai yang terkandung dalam ayat-ayat Allah kepada peserta didik secara optimal.

  1. 3.      Memiliki jiwa yang bersih

Keberhasilan seorang pendidik dalam melahirkan generasi yang baik tidak hanya ditentukan oleh kapasitas intelektual yang dia miliki, kesucian jiwanya mempunyai pengaruh yang lebih besar dalam usahanya melahirkan generasi yang baik. Ibnu qayyim al jauzi menegaskan bahwa cahaya hanya akan muncul dari sesuatu yang bersinar. Sebesar cahaya yang dimiliki seseorang, sebesar itulah cahaya yang akan dia pantulkan. Seorang pendidik yang ingin mendidik sebuah generasi supaya memiliki kebersihan jiwa, haruslah memiliki jiwa yang bersih terlebih dahulu, karena rumah tidak bisa dibersihkan dengan sapu yang kotor.

4.      Memiliki ilmu tentang kitab Allah dan hikmah

Seorang pendidik seharusnya memiliki ilmu tentang  Al Quran dan hikmah. Al-Quran adalah kitab suci yang menunjukkan kepada manusia jalan yang terbaik baginya, Allah berfirman,  sesungguhnya Al-Quran ini memberi petunjuk kepada jalan yang terbaik (QS 16:44). Pendidik yang berkeinginan menunjukkan jalan terbaik bagi kehidupan anak didiknya dituntut untuk memiliki ilmu tentang kitab Allah (Al-Quran), karena disanalah seorang pendidik akan mendapatkan petunjuk kehidupan terbaik.

5.      Memiliki semangat kuat untuk mengembangkan diri, baik spiritual, intelektual, phisikal, maupun finansial.

Kehidupan manusia senantiasa mengalami perkembangan dan perubahan seiring perkembangan peradaban manusia. Manusia yang tidak berupaya untuk melakukan usaha ke arah yang lebih baik sepanjang kehidupannya akan tergilas. Iqbal, seorang cendekiawan muslim terkemuka dari Pakistan mengatakan, “ static condition is death”, keadaan yang statis adalah kematian. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang yang beruntung adalah orang  yang kondisinya hari ini lebih baik dari kondisinya kemaren.

Seorang pendidik yang bertugas menyiapkan generasi masa depan, seyogyanya memiliki semangat kuat untuk mengembangkan diri sepanjang waktu.

  1. C.      Tugas seorang pendidik perspektif QS Al Baqarah ayat 151

           Tugas seorang pendidik berdasarkan telaah terhadap QS Al-Baqarah ayat 151 adalah sebagai berikut:

  1. 1.      Mengajarkan ayat-ayat Allah.

Ayat-ayat Allah meliputi ayat-ayat kauniyah dan ayat-ayat qauliyah. Ayat-ayat kauniyah adalah ayat-ayat yang berbicara tentang fenomena kehidupan dan alam semesta. Pengetahuan manusia tentang hakikat dirinya dan alam semesta diharapkan akan membuatnya mengenal dan memahami Sang Pencipta. Pemahaman seseorang tentang eksistensi diri dan penciptanya diharapkan akan membuat seseorang mengetahui tugas dan kewajbannya sebagai manusia terhadap alam semesta dan Tuhannya.

  1. 2.      Mengajarkan Al-Quran dan hikmah.

Salah satu tugas utama seorang pendidik adalah mengajarkan Al-Quran dan hikmah. Pengajaran Al-Quran meliputi cara membacanya, kandungan maknanya, dan hikmah yang terdapat dalam ayat-ayatnya. Pemahaman anak didik terhadap makna dan hikmah yang terkandung dalam Al-Quran merupakan petunjuk terbaik bagi kehidupannya.

Al-Quran mempuyai fungsi dalam hidup dan kehidupan manusia sebagai berikut:

–          Membersihkan akal dan jiwa dari segala bentuk syirik.

–          Mengajarkan kemanusiaan yang adil dan beradab, yakni bahwa umat manusia merupakan satu umat yang seharusnya dapat bekerja sama dalam pengabdian kepada Allah dan pelaksanaan tugas kekhalifahan.

–          Memadukan kebenaran dan keadilan dengan rahmat dan kasih sayang[1]

  1. 3.      Mendidik anak didik agar memiliki kesucian jiwa.

Orang yang benar-benar terpelajar menurut Al-Attas adalah orang yang baik atau beradab, yaitu orang yang menyadari sepenuhnya tanggung jawab dirinya kepada Tuhan yang haq, yang memahami dan menunaikan keadilan terhadap dirinya sendiri dan orang lain dalam masyarakatnya, dan yang terus berupaya meningkatkan setiap aspek dalam dirinya menuju kesempurnaan sebagai manusia yang beradab[2].

Salah satu syarat utama dari manusia yang baik adalah memiliki kesujiwan jiwa, dalam arti memiliki akhlak yang terpuji dan terbebas dari akhlak yang tercela. Seorang pendidik memiliki tanggung-jawab untuk melahirkan generasi yang berakhlak mulia sebagaimana diamanatkan dalam UU Sisdiknas. Pasal I UU Sisdiknas tahun 2003 menyatakan bahwa di antara tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlak mulia.

Pemikir-pemikir Islam berpendapat bahwa untuk mengobati pribadi yang sakit, harus dimulai dengan proses pembersihan (takhliyah) dari sifat-sifat tercela, diikuti dengan proses menghiasi (tahliyah) dengan sifat-sifat terpuji, yang dapat dijalankan melalui proses mujahadah. Caranya adalah melalui taubat dan menyesal terhadap dosa dan maksiat yang telah dibuatnya[3].

  1. 4.      Mempersiapakan anak didik agar memiliki masa depan yang cemerlang.

Tugas pendidik untuk mempersiapkan anak didik agar memiliki masa depan yang lebih baik tersirat dari kata-kata “dan akan mengajarkan kepada kamu perkara-perkara yang tidak kamu ketahui”. Pembelajaran tentang hal-hal yang belum diketahui sangat penting bagi anak didik, agar dia mampu menghadapi tantangan masa depan.

D.  Kesimpulan

Kriteria seorang pendidik yang terkandung dalam QS Al_Baqarah ayat 151 adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki pengetahuan dan pemahaman yang mendalam tentang anak didiknya dan  mampu berkomunikasi secara efektif dan efisien.

2.      Memiliki pengetahuan dan pemahaman yang mendalam tentang ayat-ayat Allah.

3.      Memiliki jiwa yang bersih

4.      Memiliki ilmu tentang kitab Allah dan hikmah

5.      Memiliki semangat kuat untuk mengembangkan diri, baik spiritual, intelektual, phisikal, maupun finansial.

Tugas seorang pendidik yang terkandung dalam QS Al_Baqarah ayat 151 adalah sebagai berikut:

  1. Mengajarkan ayat-ayat Allah.
  2. Mengajarkan Al-Quran dan hikmah.
  3. Mendidik anak didik agar memiliki kesucian jiwa.
  4. Mempersiapakan anak didik agar memiliki masa depan yang cemerlang.

Demikianlah kesimpulan yang bisa penulis ambil dari QS Al_Baqarah ayat 151 berkaitan dengan kriteria dan tugas pendidik perspektif Al-Quran. Semoga tulisan ini bermanfaat, terutama untuk pengembangan pemahaman penulis tentang ilmu dan dunia pendidikan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

DEPAG RI, Al Quran dan Terjemahannya. (Jakarta: Yayasan Penerjemah Al Quran, 1983).

Langgulung, Hasan, Asas-Asas Pendidikan Islam. (Jakarta: Pustaka Al-Husna Baru, 2008).

Wan Daud, Wan Mohd Nor, Filsafat dan Praktik Pendidikan Islam Syed M Naquib Al-Attas. (Bandung: Mizan, 2003).

Syihab, Quraisy, Wawasan Al-Quran, Tafsir Maudhu’I atas berbagai persoalan umat. ( Bandung: Mizan, 1996)

 

 

 

 

 

 

 


[1] Quraisy Syihab, Wawasan Al Quran, Tafsir Maudhu’I atas berbagai persoalan umat, ( Bandung: Mizan, 1996), hal 12-13

[2]Wan Mohd Nor Wan Daud, Filsafat dan Praktik Pendidikan Islam Syed M. Naquib Al-Attas, ( Bandung: mizan, 2003),  hal 174.

 

[3] Hasan Langgulung, Asas-Asas Pendidikan Islam, (Jakarta, Pustaka Al-Husna Baru, 2008), hal 267

2 comments on “Kriteria dan Tugas Pendidik Perspektif QS Al-Baqarah ayat 151

  1. widiafiles mengatakan:

    sangat inspiratif dan bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s